Pengertian Aqiqah, Hukum Aqiqah dan Ketentuannya Sesuai Syari’at

Sejarah Aqiqah dan Budaya Aqiqah seorang Muslim di Luar Negeri

 

7588: عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: عَقَّ رَسُوْلُ اللهِ ص عَنِ اْلحَسَنِ وَ اْلحُسَيْنِ يَوْمَ السَّابِعِ وَ سَمَّاهُمَا وَ اَمَرَ اَنْ يُمَاطَ عَنْ رُؤُوْسِهِمَا اْلاَذَى. الحاكم فى المستدرك 4: 264، رقم

Artinya :

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah ber’aqiqah untuk Hasan dan Husain pada hari ke-7 dari kelahirannya, beliau memberi namadan memerintahkan supaya dihilangkan kotoran dari kepalanya (dicukur)“.[HR. Hakim, dalam Al-Mustadrak juz 4, hal. 264, no. 7588]

 

Hadist diatas menjelaskan bahwa Rasulullah pernah melakukan Aqiqah untuk anaknya Hasan dan Husain, dan menjadikan Aqiqah ini menjadi sunnah yang dianjurkan (sunnah muakkad). Dan anjuran aqiqah untuk bayi laki laki adalah 2 ekor kambing sedangkan untuk bayi perempuan 1 ekor kambing.

Karena hukumnya sunnah muakkad, walaupun tidak melakukan aqiqah, tidak mendapatkan dosa. Namun banyak para ulama yang mengatakan, jika tidak melakukan aqiqah, kita harus melakukan aqiqahnya saat dia sudah baligh.

Buraidah berkata : Dahulu kami di masa jahiliyah apabila seseorang diantara kami mempunyai anak, maka ia harus menyembelih kambing dan melumuri kepalanya dengan darah kambing itu. Maka setelah Allah mendatangkan Islam, kami menyembelih kambing, mencukur (menggundul) kepala si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 107, no. 2843]

Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah apabila mereka ber’aqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah ‘aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya”. Maka Nabi SAW bersabda, “Gantilah darah itu dengan minyak wangi”. [HR. Ibnu Hibban juz 12, hal. 124, no. 5308]

 

Apakah aqiqah juga dilaksanakan untuk seorang muslim di luar negeri?

Aqiqah ini adalah sunnah Rasulullah, wajib bagi seorang muslim/muslimah memperlajari tentang sunnah-sunnah Rasulullah, oleh karena itu, penduduk muslim/muslimah yang diluar negeri juga melaksanakan aqiqah  sesuai dengan aturan yang ada atau mungkin cara mereka melakukannya berbeda dengan penduduk muslim di Indonesia.