hukum aqiqah

Hukum dalam melaksanakan Aqiqah

 

Hukum aqiqah adalah sunnah muakkad atau yang artinya sunnah yang dianjurkan (hampir mendekati wajib). Aqiqah ini sudah menjadi kewajiban seorang ayah yang menafkahi anaknya.

Tapi bagaimana jika orangtua kita dalam keadaan faqir? Faqir sendiri artinya tidak mampu, jika keadaan orangtua sendang tidak mampu, maka tidak diwajibkan untuk melakukan aqiqah pada anaknya, Allah Berfirman dalam Al-Qur’an “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian” (QS.At-Taghobun: 16).

Banyak ulama yang mengemukakan pendapat tentang aqiqah, yaitu :

  • Menurut ulama Syafi’iyah dan Hambali, waktu aqiqah dimulai dari kelahiran. Tidak sah aqiqah sebelumnya dan hanya dianggap sembelihan biasa.
  • Menurut ulama Hanafiyah dan Malikiyah, waktu aqiqah adalah pada hari ketujuh dan tidak boleh sebelumnya.
  • Ulama Malikiyah pun membatasi bahwa aqiqah sudah gugur setelah hari ketujuh. Sedangkan ulama Syafi’iyah membolehkan aqiqah sebelum usia baligh, dan ini menjadi kewajiban seorang.

Sekian untuk pembahasan mengenai hukum aqiqah. Semoga bermanfaat.