tata cara akikah

Tata Cara Melaksanakan Aqiqah

Aqiqah adalah ibadah sunnah yang dilakukan dengan memotong hewan kambing untuk bayi yang baru saja dilahirkan. lalu bagaimana tata cara aqiqah yang dianjurkan dalam syariat hukum Islam?

Mengetahui tata cara aqiqah sangat diperlukan agar aqiqah seseorang bisa diterima dan sah menurut Islam. Rasulullah SAW pernah bersabda :

“Semua anak bayi akan tergadaikan dengan aqiqahnya pada hari ketujuh ia dilahirkan. Maka sembelihlah hewan (kambing), berilah nama dan cukur rambutnya.”

[Hadist Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad]

 

Berikut tata cara aqiqah yang benar menurut syari’at Islam sendiri adalah :

  1. Mengetahui waktunya

Menurut hadist yang telah disebutkan di atas, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud, nahwasannya para ulama telah sepakat bahwa waktu aqiqah yang paling utama adalah hari ke-7 dari awal kelahiran sang bayi.

Semisal jika seseorang berhalangan, ia tetap dapat melaksanakannya hingga hari ke-14 atau ke-21. dan jika seorang muslim dalam kondisi ekonomi yang tidak berkecukupan, maka terlepaslah kewajiban untuk melakukan aqiqah

tak akan berdosa seseorang muslim jika meninggalkan ibadah aqiqah, kecuali jika muslim itu memang dalam keadaan tidak mampu

  1. Mengetahui Jumlah Hewan yang Akan Diaqiqahkan

Hadist dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa di antara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia menyembelih dua kambing untuk laki-laki dua kambing yang sama dan satu kambing untuk bayi perempuan.” [Hadist Riwayat Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad]

Hadits di atas menjelaskan bahwa petunjuk atau tata cara melaksanakan aqiqah bagi anak laki-laki yakni 2 ekor kambing.

Adapun jika kondisi harta seorang muslim tidak mencukupi untuk membeli 2 ekor kambing untuk anak laki-laki, maka diperbolehkan untuk membeli 1 ekor kambing saja. Sementara untuk anak perempuan, dianjurkan untuk menyembelih 1 ekor kambing saja.

  1. hewan Yang Disembelih Harus Memenuhi Syarat

Tata cara yang ketiga Hewan yang menjadi syarat untuk disembelih adalah hewan yang memiliki kriteria sama seperti hewan qurban. Umur dari hewan ini minimal setengah tahun.

  1. .Dibagikan Kepada yang Berhak

Membagikan daging aqiqah lain halnya dengan membagikan daging qurban. Dalam aqiqah, seseorang muslim perlu membagikan daging yang sudah disembelih dalam kondisi yang sudah matang atau sudah dimasak terlebih dahulu.

Seperti yang sudah dijelaskan dalam Hadits Aisyah R.A:

“Sunnahnya aqiqah adalah dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan satu ekor kambing untuk bayi perempuan. Dagingnya dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh kelahirannya”. (HR al-Bayhaqi)

  1. Memberi Nama dan Mencukur Rambut

Pada saat menyelenggarakan aqiqah, seorang muslim disunnahkan untuk memberikan nama dan melakukan cukur rambut kepada anak yang baru lahir. Nama adalah doa bagi kebaikan sang anak ke depannya.

  1. Membaca Doa Ketika Menyembelih hewan aqiqah

Ketika melakukan apapun, sangat dianjurkan bagi seorang muslim untuk berdoa. Sama halnya ketika hendak menyembelih hewan aqiqah. Dengan berdoa :

“Bismillah allahumma taqobbal min muhammadin wa aali muhammadin wa min ummati muhammadin.”

Artinya : dengan nama Allah, ya Allah terimalah qurban dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (Hadistt Riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud)

 

itulah tata cara aqiqah yang dianjurkan dalam syariat Islam. Hendaknya membawa manfaat bagi umat muslim yang membaca.