tata-cara-aqiqah-sesuai-sunnah-rasul-syariat-islam-yang-benar-04_orig

Tata Cara dalam Melakukan Aqiqah

 

Ketika ingin melakukan Aqiqah, kita harus mengetahui cara-cara dalam melakukan aqiqah, Adapun tata cara aqiqah yang benar menurut syari’at Islam sendiri adalah :

 

  1. Ketahui Waktunya

Bahwasanya para ulama telah sepakat bahwa waktu aqiqah yang paling utama adalah hari ke-7 dari awal kelahiran sang bayi.

Bahkan jika seseorang berhalangan, ia tetap dapat melaksanakannya hingga hari ke-14 atau ke-21. Adapun jika seorang muslim dalam kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, maka terlepaslah kewajiban untuk melakukan aqiqah.

Tidak akan berdosa seorang muslim jika meninggalkan ibadah aqiqah, kecuali jika muslim itu memang dalam keadaan tidak mampu

 

  1. Mengetahui Jumlah Hewan yang Akan Di Aqiqah

Hadis dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa di antara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia menyembelih dua kambing untuk laki-laki dua kambing yang sama dan satu kambing untuk bayi perempuan.” [Hadis Riwayat Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad]

Hadits di atas menjelaskan bahwa anjuran atau tata cara melaksanakan aqiqah bagi anak laki-laki yakni 2 ekor kambing.

Adapun jika kondisi harta seorang muslim tidak mencukupi untuk membeli 2 ekor kambing bagi anak laki-laki, maka diperbolehkan bagi ia untuk membeli 1 ekor kambing saja. Sementara untuk anak perempuan, dianjurkan untuk menyembelih 1 ekor kambing saja.

 

  1. Hewan Yang Disembelih Harus Memenuhi Syarat

​Hewan yang menjadi syarat untuk disembelih saat aqiqah adalah hewan yang memiliki kriteria sama dengan hewan qurban. Seorang muslim sangat dianjurkan untuk memilih hewan qurban berjenis domba putih dan sehat. Umur dari hewan ini minimal setengah tahun.

 

  1. Dibagikan Kepada yang Berhak

Membagikan daging aqiqah tidak sama dengan membagikan daging qurban. Dalam aqiqah, seorang muslim harus membagikan daging yang sudah disembelih dalam kondisi yang sudah matang atau sudah dimasak terlebih dahulu.

Sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Aisyah R.A:

“Sunnahnya aqiqah adalah dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan satu ekor kambing untuk bayi perempuan. Dagingnya dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh kelahirannya”. (HR al-Bayhaqi)”

 

  1. Memberi Nama dan Mencukur Rambut

Saat menyelenggarakan aqiqah, seorang muslim disunnahkan untuk memberikan nama dan melakukan cukur rambut kepada anak yang baru lahir. Nama adalah doa bagi kebaikan sang anak ke depannya.

 

  1. Membaca Doa Ketika Menyembelih

Ketika melakukan apapun, sangat dianjurkan bagi seorang muslim untuk berdoa. Sama halnya ketika hendak menyembelih hewan aqiqah. Hendaknya berdoa :

“Bismillah allahumma taqobbal min muhammadin wa aali muhammadin wa min ummati muhammadin.”

Artinya adalah dengan nama Allah, ya Allah terimalah qurban dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (Hadist Riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud)

 

sekian untung penjelasan mengenai tata cara dalam melakukan Aqiqah, semoga bermanfaat.